Berita
Pers relase seminar hotel design and beyond

Pers relase seminar hotel design and beyond

 

 

Rangkaian acara seminar dengan tema hospitality desain merupakan bagian dari program acara seminar series HDII DKI Jakarta dengan tujuan sharing knowledge tentang perkembangan desain hotel yang saat ini sedang marak. Bekerja sama dengan PHRI Jakarta. Seminar series pertama dengan tema museum juga pernah diadakan di museum nasional bekerja sama dengan asosiasi museum sejakarta paramitha. Selanjutnya seminar series HDII DKI Jakarta akan membahas mengenai workplace(office),healthcare,restaurant and cafe,retail and comercial.
Harapan kami HDII DKI Jakarta dapat memberikan sumbangsih berupa pemikiran tentang hal yang terkait dengan dengan profesi interior desain agar profesi interior designer lebih dikenal dan bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri

Acara seminar dibuka oleh ketua HDII DKI Jakarta Ibu Ir. Dina Hartadi,HDII yang memberikan keynote speec tentang perkembangan desain hotel sbb:

  • Tema hotel beyond diambil karena melihat perkembangan yang begitu pesat dalam perhotelan saat ini. Perubahan gaya hidup masyarakt (sosial culture) yang semakin menyenangi traveling ditunjang dengan murahnya biaya pesawat melalui low cost carrier, pertumbuhan ekonomi yang membuat level middle up naik tajam membuat hotel semakin laris dan pertumbuhannya meningkat tajam. Kemudahan pemesanan hotel melaui web meningkat tajam dan pilihan terhadap hotel dilihat dari foto interior dan arsitektur hotel salah satu aspek dalam menentukan pilihan
  • Perilaku konsumen yang beragam,generasi baby boomer yang memasuki usia aging society(kaum manula) yang menyukai kenyamanan,kemewahan, gen x dan gen y yang mewakili kaum muda yang lebih menyukai praktis,bebas dan experience, para busisines traveler yang menggabungkan antara work and play, para bacpaker yang mementingkan harga murah,minimal service dan kebersihan mengakibatkan hotel bertumbuhan memenuhi harapan konsumennya
  • Perubahan persepsi tentang hotel yang lebih mementingkan kenyamanan dan pengalaman yang mengejutkan lebih relevan untuk masa kini
  • Gerakan bangunan hijau sudah memasuki industri perhotelan, tuntutan untuk efisiensi dan kesadaran untuk ikut melestarikan lingkungan mengharuskan hotel berprilaku green melaui performa fisik bangunan dan dalam operating manajemen hotel sehari hari. Mengurangi jejak karbon dan membuat lingkungan bangunan hotel lebih sehat.
  • Persaingan memenangkan konsumen melalui desain yang unik dan experience dikemas dalam full service melalui desain. Munculnya brand hotel yang memberikan pelayanan yang inovatif melalui desain yang tidak saja estetis tapi juga mampu menstimulus konsumen terhadap pemahaman brand identitasnya yang meberikan emosional experience yang memanjakan konsumernya.adalah tantangan tersendiri untuk mewujudkan brand imagenya dalam lokasi hotel yang berbeda negara,culture,kondisi geografis yang tetap mampu mencerminkan brand imagenya.
  • Dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua PHRI Jakarta bapak Krishnadi yang mengulas tentang pesatnya pertumbuhan hotel di jakarta dan persaingan yang semakin ketat. Hotel desain sangat terkait pada pemilik hotel, manajemen hotel dan desainer harus bekerja sama untuk menghasilkan hotel yang baik secara desain dan pengoperasiannya. Sumber daya manusia yang makin terbatas dan ketat diharapkan desain dapat mempermudah pengoperasian hotel melalui desain yang ,mudah perawatan,dan tahan lama.


Seminar dimulai dengan sessi i:  green hotel
Pembicara pertama ibu naning adiwoso ketua green building council indonesia dan juga team perumus pedoman hotel hijau bersama menparekraf mengatakan hotel sudah seharusnya mulai menerapkan konsep hijau atau ramah lingkungan yang dilihat dari aspek performa bangunan seperti:efisiensi lahan,efisiensi energy,efisiensi air, pemilihan material yang ramah lingkungan dan pengolahan sampah,kualitas udara dalam ruang. Selain itu juga manajemen hotel yang ramah lingkungan dengan membentuk green team dalam operasional hotel, green purchasing, greencleaning, kebersihan dapur dan pemilihan makanan. Sedapat mungkin memaksimalkan material lokal dan tanggap terhadap lingkungan. Beliau berpesan bahwa green hotel ini dapat dilakukan dimana saja dengan mengambil aspek aspek yang mungkin dicapai dan yang lebih peting perilaku yang ramah lingkungan akan menunjang keberhasilan suatu program green.

Pembicara berikutnya Bapak Alexander Nayoan dari manajemen hotel dharmawangsa, beliau mempresentasikan konsep green hotel dharmawangsa yang telah mendapat penghargaan sebagai green hotel. Beliau mengatakan melakukan kampaye green hotel harus didukung oleh manajemen dan membuat program nyata untuk menerapkan konsep green ini. Hotel dharmawangsa melakukan program green dengan memasang begitu banyak biopory dalam halamannya yang luasnya 4ha, menerapkan green cleaning, memasang stiker kampanye hemat air,hemat listrik, mengajak masyarakat sekitar berperilaku green dan banyak lagi. Pesan beliau untuk program green tidak harus selalu mengambil biaya yang mahal mereka dapat mengerjakan aktifitas green melaui biaya operasional hotel saja yang dibuat lebih strategis dan mengarah green.

Pembicara ketiga Bapak Deny Izra dari manajemen ina hotel, berbicara mengenai Hospitality Changes mengatakan bahwa pertumbuhan hotel saat ini begitu dinamis dan luar biasa. Ketika akan berinvestasi untuk hotel harus mempertimbangkan jumlah kamar (roombay) jenis hotel dan klasifikasinya.saat ini Indonesia terutama di daerah tingkat 2 masih perlu banyak hotel. Jadi bisnis hotel masih tetap menjanjikan.

Pembicara Bapak Sonny Sutanto dari Sonny Sutanto architects sebagai konsultan desain hotel yang berpengalaman mencermati hotel bintang 3 dan budget hotel mengatakan, dalam mendesain hotel budget nilai investasi menjadi patokan yang harus dipakai dalam desain. Ukuran kamar untuk budjet hotel berfariasi antara 24-26 m2 bahkan ada yang hanya 16m2. Untuk itu diperlukan konsep desain yang kuat yang mencerminkan brand hotelnya. Salah satu yang mudah untuk memberikan ciri hotel yang kuat melalui warna. Tetapi Bapak Sonny mengatakan trend warna dalam arsitektur rasanya sudah akan berakhir, lebih akan menuju kepada desain yang unik dan kuat identitasnya melalui permainan bentuk dan material di perkuat dengan special lighting. Ketika mendesain kamar, perhatikan detail toilet, ukuran kamar yang semakin sempit mebuat interior desain harus bisa menyiasati dengan detail interior yang lebih kuat. Interior kamar jangan hanya mengandalkan warna saja tetapi masukan identitas lain seperti wallpaper grafis, cutting stiker dll. Pesan beliau terhadap desainer untuk mampu menunjukan kualitas desainnya untuk membuat owner hotel percaya akan hasil desainnya. Hotel juga harus mampu memberikan nilai tambah untuk dijual selain kamar .

Bapak William Kurniawan dari PT.  Graha Cipta Hadiprana membawakan sessi desain hotel bintang 4 dan 5 mengatakan hal yang membedakan dalam hotel bintang 4 dan 5 ini tentu dari nilai investasi yang lebih besar dan fasilitas penunjang yang lebih lengkap seperti untuk rapat, pernikahan dan lain lain. Desain hotel ini biasanya mempunyai tema yang lebih 'wow' lebih experience, mempunyai standart yang cukup ketat dari hotel operatornya yang harus bisa diterjemahkan sesuai brand hotelnya.  Yang lebih terlihat adalah penggunaaan material yang lebih sophisticated seperti batu marmer onik, black stainlestell, venner, bahkan venner dengan warna fancy, juga special paint . Kaya akan ornamen dan detail menjadi ciri hotel ini dan adanya nilai tambah dengan memasukan kearifan lokal ke dalam desain. Hal lain adalah artwork yang uniqe dan bernilai. Saat ini untuk luxurious hotel sudah begitu beragam dan banyak desainnya, Bpak William mencermati trend berikutnya untuk segmen ini adalah dramatis dimana hotel desain tidak lagi sama tetapi beyond imagination kita terhadap desain hotel saat ini. Outstanding dramatik, faboulus dramatik maupun beyond dramatik mungkin tema yang ditunggu untuk desain hotel masa datang dimana hotel tidak lagi harus seperti bangunan hotel pada umumnya tetapi bisa berbeda sama sekali.

Dalam seminar ini pun ada produk yang ikut mempresentasikan produknya yang juga terkait dengan desain hotel yaitu ;dulux dengan presentasi tentang colour forecash 2013, philip membahas tema lighting hotel dan asahimas membahas produk kaca untuk hotel

Antusiasme peserta seminar kali ini sangat banyak hingga 350 pengunjung dari target awal 200 pengunjung.....didukung oleh sponsor industri yang cukup banyak dan media patner. HDII DKI Jakarta sangat berterima kasih dengan semangat semua pihak dan semoga di acara seminar lainnya bisa seperti ini.

 

 

Share This :